STT Moriah lahir karena pergumulan dan kerinduan untuk memberitakan Injil ke seluruh negeri. (Mat 28:19-20). Kerinduan ini semakin mendalam saat melihat banyak orang yang perlu dilayani tetapi sedikit yang melayani, seperti Sabda Tuhan Yesus Kristus ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit’. (Lukas 10:2). Oleh sebab itu STT Moriah memiliki motto “Melayani yang Tak Terlayani” dengan filosofi “Berdaya cipta memperlengkapi abdi Tuhan. Untuk menghasilkan abdi Tuhan yang memiliki komitmen spiritual, sosial dan moral.

STT Moriah didirikan oleh Ps. Gunar Sahari dan Bapak Handiman Tjokrosaputro, serta mendapat dukungan dari para abdi Tuhan yang memiliki beban dan misi yang sama. STT Moriah berada di bawah naungan Yayasan Moriah yang bergerak di bidang Pendidikan, Kesehatan, Pelatihan dan Sosial. STT Moriah didirikan dengan semangat murni untuk melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, yaitu memberitakan Injil ke seluruh bumi dan membina serta memperlengkapi gereja Tuhan yang dipanggil dan dipilih untuk tugas yang mulia bagi kemuliaan-Nya.

Moriah” adalah nama bukit di mana Abraham mempersembahkan anaknya Ishak sebagai perwujudan iman dan ketaatan kepada Tuhan serta kerinduan untuk memuliakan Tuhan. Nama MORIAH mengingatkan semua orang, untuk mempersembahkan hidup sebagai persembahan yang hidup dan yang kudus serta yang berkenan kepada Tuhan. Apapun yang kita lakukan bertujuan untuk memuliakan Tuhan, bukan memuliakan diri sendiri.

VISI, MISI & TUJUAN

VISI

Menjadi Lembaga pendidikan Tinggi Teologi yang unggul, serta menjadi acuan dalam membangun kompetensi dan karakter lulusan yang siap memberitakan kabar baik dengan kata dan perbuatan, serta melayani sesama manusia, terutama yang tak terlayani di Indonesia dan di seluruh dunia.

MISI

  1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas, untuk membangun kompetensi dan karakter Kristiani yang benar.
  2. Melaksanakan penelitian yang relevan dengan bidang Teologi, demi menghasilkan pemikiran-pemikiran Teologis yang relevan, untuk pelayanan sesama terutama yang tak terlayani.
  3. Melaksanakan pengabdian masyarakat terutama bagi mereka yang tak terlayani, untuk mengalami kabar baik seutuhnya.